Ukraina Luncurkan 1.000 Drone ke Rusia, Fasilitas Minyak Terbakar

Serangan drone masif Ukraina pada 18 Oktober 2026 bakar terminal minyak St. Petersburg, tewaskan satu orang.

• MW Media
Published Oktober 19, 2026 • 06.07 WITA
Ukraina Luncurkan 1.000 Drone ke Rusia, Fasilitas Minyak Terbakar
Gambar Ilustrasi

Ukraina Luncurkan Lebih dari 1.000 Drone ke Rusia, Terminal Minyak St. Petersburg Terbakar

KYIV/MOSKOW, 18 Oktober 2026 — Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran ke berbagai wilayah Rusia pada Minggu, 18 Oktober 2026, yang disebut sebagai salah satu serangan udara terbesar sejak perang antara kedua negara berlangsung. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim militernya berhasil menghancurkan 1.015 drone Ukraina yang menyasar 15 wilayah Rusia, Semenanjung Krimea yang dianeksasi Rusia, serta kawasan Laut Hitam.

Serangan tersebut menyebabkan kebakaran besar di Terminal Minyak Petersburg dan depot minyak Ruchi di St. Petersburg. Satu orang dilaporkan tewas dan lima lainnya terluka akibat insiden tersebut.

"Satu orang tewas dan lima lainnya terluka akibat serangan yang memicu kebakaran di Terminal Minyak Petersburg dan depot minyak Ruchi tersebut."

— Gubernur St. Petersburg, Alexander Beglov

Sasaran Meluas ke Infrastruktur Bisnis dan Kelistrikan

Selain fasilitas energi, serangan 18 Oktober turut menghantam infrastruktur sipil dan komersial. Pusat logistik milik perusahaan ritel daring Rusia, Ozon, serta pusat data milik perusahaan teknologi VK, keduanya mengonfirmasi bahwa fasilitas mereka terkena dampak serangan drone tersebut.

Di wilayah Leningrad, dua gardu transformator di Yanino juga menjadi sasaran, mengakibatkan sekitar 20.000 orang kehilangan pasokan listrik pada Minggu pagi.

Merespons eskalasi ini, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa serangan Ukraina tidak akan mengubah jalannya konflik.

"Ukraina sedang berupaya melawan invasi Rusia, tetapi tidak akan mampu mengubah arah perkembangan situasi saat ini."

— Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov

Strategi Tekanan Ekonomi Kyiv

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari strategi terencana untuk melemahkan kapasitas ekonomi dan militer Rusia.

"Kyiv is using missiles and drones against Russian oil and logistics facilities to increase economic pressure on Moscow."

— Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy

Para analis memandang serangan-serangan ini sebagai respons simetris Kyiv terhadap serangan Rusia yang terus-menerus menghantam infrastruktur energi dan sipil Ukraina. Strategi ini juga dinilai dimaksudkan untuk memperlemah kapasitas produksi dan distribusi bahan bakar Rusia guna menghambat logistik perang Moskow.

Rangkaian Serangan dalam Sebulan Terakhir

Serangan 18 Oktober bukan yang pertama dalam skala masif. Pada 20–21 September 2026, Rusia mengklaim menembak jatuh lebih dari 1.000 drone Ukraina, termasuk sekitar 450 yang mengarah ke Moskow. Serangan itu merusak kilang minyak Moskow dan sebuah bangunan permukiman, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 20 lainnya di wilayah Moskow.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin saat itu menuding serangan tersebut memiliki motif politik.

"Serangan drone dalam skala besar tersebut merupakan upaya untuk mengganggu pelaksanaan pemilu."

— Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, merujuk pada serangan September 2026

Kemudian pada 16 Oktober 2026, kilang minyak di wilayah Ryazan, Rusia, terbakar setelah serangan yang menurut Kementerian Pertahanan Rusia melibatkan empat rudal Flamingo dan 69 drone. Kementerian itu juga menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh 1.425 drone Ukraina dalam 24 jam pada tanggal tersebut.

Konteks Diplomatik yang Rumit

Eskalasi ini terjadi di tengah ketegangan diplomatik antara Ukraina dan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump dikabarkan mengkritik Kyiv atas serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia dan membatalkan paket sanksi baru yang ditujukan kepada Moskow. Langkah tersebut menambah kerumitan dukungan Barat terhadap Ukraina di tengah memanasnya konflik di lapangan.

Klaim jumlah drone yang berhasil ditembak jatuh oleh Rusia belum dapat diverifikasi secara independen. Ukraina hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi yang secara eksplisit mengonfirmasi jumlah drone yang diluncurkan dalam operasi 18 Oktober 2026.