Polresta Magelang Cabut Rekomendasi Izin Konser Andrea Bocelli di Borobudur, Menyusul Tekanan MUI
MAGELANG, 14 Oktober 2026 — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Magelang secara resmi mencabut rekomendasi izin penyelenggaraan konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang semula dijadwalkan berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026. Pencabutan rekomendasi tersebut merupakan respons atas penolakan keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang mempersoalkan rekam jejak Bocelli terkait dugaan afiliasi atau dukungannya terhadap Israel.
Wakil Kepala Polresta Magelang, AKBP Bim Rekoaji, mengonfirmasi langkah tersebut dalam audiensi dengan kelompok penolak di kantor Unit Taman Wisata Borobudur (TWB) pada Selasa, 13 Oktober 2026, sehari sebelum pencabutan resmi diberlakukan.
"Kami mendapat permohonan perizinan untuk konser Andrea Bocelli. Namun per 14 Oktober 2026, rekomendasi kegiatan itu resmi kami cabut!"
Dasar Penolakan: Dugaan Hubungan Bocelli dengan Israel
Penolakan terhadap konser ini berpangkal pada dua peristiwa yang dikaitkan dengan Andrea Bocelli: keterlibatannya dalam acara penggalangan dana untuk militer Israel (IDF) di Los Angeles pada tahun 2010, serta penyelenggaraan konser di Tel Aviv, Israel, pada tahun 2022. MUI menilai rekam jejak tersebut bertentangan dengan prinsip Indonesia yang secara historis dan konstitusional mendukung kemerdekaan Palestina.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menerbitkan pernyataan resmi melalui situs MUI pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dan mempertegas seruan tersebut dua hari kemudian.
"Kembali saya ingin menegaskan, rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan pada kemanusiaan."
"Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina."
Baliho Dicopot, Status Konser Jakarta Belum Jelas
Sejalan dengan pencabutan rekomendasi izin, dua baliho besar konser Andrea Bocelli di kawasan Borobudur telah dicopot oleh pihak Pemerintah Kabupaten Magelang mulai Selasa pagi, 13 Oktober 2026. Sementara itu, nasib konser Andrea Bocelli di Jakarta yang dijadwalkan pada 3 November 2026 hingga berita ini diturunkan belum mendapat pernyataan resmi mengenai pembatalannya.
Pihak pengelola kawasan wisata, PT TWB, menyatakan masih menunggu arahan dari pusat terkait kepastian seluruh rangkaian konser tersebut.
"Konser ini, kepastian konser ini kami akan berkoordinasi dan menunggu arahan dari pusat. Karena terus terang apa yang sudah disampaikan (wakapolresta) nanti akan kita eskalasikan."
Kapolda Jateng: Izin Final Ada di Mabes Polri
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, pada Kamis, 15 Oktober 2026, mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak serta-merta mencabut izin secara penuh. Ia menegaskan bahwa Polresta dan Polda hanya berwenang memberikan rekomendasi, sedangkan izin final berada di tangan Mabes Polri.
"Kita tidak pernah membatalkan. Kita tidak pernah merekomendasikan untuk mencabut izin, tidak. Hanya merekomendasikan melalui penilaian kita. Hasil penilaian itu nanti kita angkat sampai ke Mabes Polri."
Kementerian Pariwisata Ikuti Keputusan MUI
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyatakan akan mengikuti keputusan MUI dalam polemik ini. Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mempelajari situasi sebelum bersikap resmi.
"Belum ada pernyataan resmi dari pimpinan kami karena kami masih terus mempelajari situasi ini. Tapi kalau memang dari MUI sudah menyatakan ini, tentu kami akan tegak lurus mengikuti apa yang menjadi keputusan MUI."
Dampak pada Publik dan Pariwisata
Pembatalan konser ini memicu kekecewaan di kalangan pecinta musik klasik Tanah Air. Andi Nugroho, Runner Up Akademi Fantasi Indosiar (AFI) 2006, menyuarakan kesedihan para penggemar meski mengakui promotor berencana mengembalikan tiket secara penuh.
"Memang pihak promotor akan memproses pengembalian tiket secara penuh, namun esensinya bukan itu saja. Pengalaman menikmati mahakarya Bocelli di panggung sekelas Borobudur tentu tidak bisa tergantikan oleh materi berapapun."
Di sisi lain, pembatalan ini dinilai berdampak negatif pada ekosistem pariwisata dan ekonomi lokal di sekitar kawasan Candi Borobudur, yang selama ini menggantungkan harapan pada gelaran acara bertaraf internasional sebagai penggerak kunjungan wisatawan. Kejadian ini juga bukan yang pertama; sebelumnya, konser musisi lain, Israel Houghton, juga dibatalkan dengan alasan serupa.