Paus Leo XIV Hubungi Putin dari Rumah Sakit, Desak Gencatan Senjata demi Oleshky
ROMA, 16 Oktober 2026 — Paus Leo XIV, yang tengah menjalani pemulihan pasca-operasi pengangkatan sebagian paru-paru kanannya di Rumah Sakit Gemelli, Roma, berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (16/10/2026). Dalam percakapan tersebut, pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu mendesak diberlakukannya gencatan senjata untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang gawat di kota Oleshky, wilayah Kherson, Ukraina yang kini berada di bawah pendudukan Rusia.
Panggilan itu berlangsung hanya tiga hari setelah Paus Leo XIV menjalani operasi pada Selasa, 13 Oktober 2026 — prosedur bedah yang mengkonfirmasi diagnosis adenokarsinoma paru, yakni jenis kanker paru-paru yang umum, yang terdeteksi pada tahap awal. Operasi tersebut berlangsung sekitar 90 menit dan berjalan tanpa komplikasi.
Seruan Kemanusiaan untuk Oleshky
Vatikan merilis pernyataan resmi yang memaparkan isi pembicaraan antara kedua pemimpin tersebut. Menurut pernyataan itu, Paus menyampaikan keprihatinannya secara langsung kepada Putin.
"The Holy Father expressed his deep concern about the grave humanitarian situation in the city of Oleshky, in the Kherson region, and called for a ceasefire to allow the delivery of food and medical assistance, and the voluntary and safe evacuation of the civilian population."
Vatikan juga menegaskan komitmen Takhta Suci dalam upaya perdamaian.
"Finally, the Holy Father reaffirmed the Holy See's commitment to promoting dialogue and peace."
Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, turut menjelaskan substansi permintaan Paus kepada publik.
"Saya yakin Paus meminta adanya gencatan senjata agar bantuan kemanusiaan — terutama bahan pangan — dapat disalurkan, dan warga yang harus meninggalkan kota tersebut dapat dievakuasi."
Kardinal Parolin juga mengungkapkan harapannya atas respons Kremlin.
"Saya berharap bahwa saat dihadapkan pada permohonan dari Bapa Suci, Presiden Putin akan bersedia memenuhi apa yang telah diminta darinya."
Kremlin: Sepakat Bekerja Sama
Pihak Kremlin merespons panggilan tersebut secara positif. Dalam pernyataannya sebagaimana dilaporkan Reuters, Putin berterima kasih kepada Paus Leo XIV atas kesediaannya membantu penyelesaian konflik di Ukraina serta atas inisiatif-inisiatif kemanusiaannya, sekaligus menyampaikan doa kesembuhan.
"The Vatican's intention to help create the conditions necessary to ensure the safety of the town's population and to organise vital supplies has been supported and it has been agreed to cooperate on this matter."
Ini merupakan panggilan telepon kedua antara Paus Leo XIV dan Presiden Putin. Percakapan pertama di antara keduanya tercatat berlangsung pada Juni 2025, tak lama setelah Paus Leo XIV terpilih.
Pemulihan Berjalan Sesuai Harapan
Tim dokter yang menangani Paus di Rumah Sakit Gemelli menyatakan bahwa kondisi pemimpin Gereja Katolik sedunia itu terus membaik. Dr. Luigi Carbone dan Dr. Stefano Margaritora, selaku dokter pribadi Paus dan kepala bedah toraks Gemelli, memberikan keterangan optimistis.
"His post-operative recovery allows him to carry out his normal daily activities completely on his own."
Tim dokter sebelumnya juga merilis perkembangan kondisi Paus.
"The Holy Father has carried out respiratory physiotherapy and has begun walking around his room. He has resumed a regular diet, having both breakfast and lunch. His recovery is proceeding as expected."
Pada hari yang sama dengan panggilan telepon ke Putin, Vatikan merilis foto-foto Paus Leo XIV yang tengah merayakan Misa di kapel Rumah Sakit Gemelli, menandakan bahwa ia sudah dapat kembali menjalankan tugas-tugas kepausannya. Paus diperkirakan akan tetap dirawat di Gemelli hingga 20 Oktober 2026.
Paus sendiri menyampaikan pesan kepada umat yang mendoakannya.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa-doa Anda dan atas pekerjaan yang telah Anda lakukan bersama. Saya mohon, teruslah mendoakan saya, sebagaimana saya juga mendoakan Anda."
Paus Amerika Pertama di Tengah Sorotan
Paus Leo XIV adalah Paus Amerika pertama dalam sejarah Gereja Katolik, terpilih pada Mei 2025 setelah wafatnya Paus Fransiskus pada April 2025. Paus Fransiskus meninggal setelah lama dirawat di rumah sakit akibat krisis pernapasan yang berkembang menjadi pneumonia ganda.
Operasi paru-paru Paus Leo XIV sendiri diumumkan kepada publik pada Minggu, 11 Oktober 2026, ketika ia menyampaikan rencananya tersebut saat doa Angelus di Lapangan Santo Petrus. Diagnosis adenokarsinoma yang dikonfirmasi pascaoperasi menjadikan kesehatan Paus sebagai perhatian signifikan bagi umat Katolik dunia, meski para dokter menekankan bahwa penyakit itu terdeteksi pada tahap awal dan pemulihan berjalan lancar.
Panggilan telepon dari ranjang rumah sakit kepada salah satu pemimpin dunia yang paling berpengaruh dalam konflik Ukraina itu menegaskan bahwa kepausan Leo XIV tidak akan berhenti dari jalur diplomasi kemanusiaan, bahkan di tengah tantangan kesehatan pribadi sekalipun.