Keir Starmer Mundur sebagai Perdana Menteri Inggris

Starmer resmi mundur pada 20 Juli 2026, kurang dari dua tahun menjabat, akibat tekanan internal dan anjloknya popularitas.

• MW Media
Published Oktober 18, 2026 • 20.05 WITA
Keir Starmer Mundur sebagai Perdana Menteri Inggris
Gambar Ilustrasi

Keir Starmer Mundur sebagai Perdana Menteri Inggris, Jabat Kurang dari Dua Tahun

London, 20 Juli 2026 — Keir Starmer secara resmi mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris pada 20 Juli 2026, setelah Raja Charles III menerima pengunduran dirinya. Starmer hanya menjabat selama sekitar dua tahun, sejak 5 Juli 2024, menjadikannya Perdana Menteri ketujuh Inggris dalam 10 tahun terakhir — sebuah catatan yang mencerminkan instabilitas politik berkepanjangan di negeri tersebut.

Pengumuman pengunduran diri pertama kali disampaikan Starmer di luar Downing Street Nomor 10 pada 22 Juni 2026, kurang dari dua tahun setelah Partai Buruh meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum 2024 yang mengakhiri 14 tahun pemerintahan Konservatif.

"Pertanyaan yang diajukan partai saya sekarang adalah apakah saya yang terbaik untuk memimpin kita ke pemilihan umum berikutnya. ... Saya telah mendengar jawaban dari partai parlementer saya untuk pertanyaan itu, dan saya menerima jawaban itu dengan lapang dada. Setiap keputusan yang saya ambil adalah tentang mengutamakan negara yang saya cintai, itulah sebabnya saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh."

— Keir Starmer, dalam pidato pengunduran dirinya di luar Downing Street No. 10, 22 Juni 2026

Rentetan Tekanan yang Memaksa Mundur

Pengunduran diri Starmer dipicu oleh akumulasi tekanan dari dalam Partai Buruh sendiri, yang kian menguat setelah hasil buruk partai dalam pemilihan lokal dan regional pada awal Mei 2026. Penurunan drastis popularitas Starmer juga diperparah oleh sejumlah kontroversi, termasuk kritik atas kemacetan ekonomi, perubahan posisi kebijakan yang dinilai inkonsisten, serta hubungan yang terkadang tegang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sebuah kontroversi yang disebut sebagai "kesalahan penilaian besar" turut merusak kredibilitas Starmer: penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk AS secara tidak langsung mengaitkan Starmer dengan skandal Jeffrey Epstein. Di sisi lain, kebangkitan partai-partai populis anti-imigrasi semakin memperlemah posisi Partai Buruh.

Titik kritis terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026, ketika Andy Burnham memenangkan pemilihan sela di Makerfield — kemenangan yang secara signifikan meningkatkan tekanan terhadap Starmer dan memperkuat narasi bahwa kepemimpinannya perlu diganti.

Pengunduran diri ini pun terjadi tepat sehari sebelum Inggris memperingati 10 tahun referendum Brexit, sebuah keputusan yang masih terus mengguncang lanskap ekonomi dan politik negara.

Pidato Perpisahan dan Transisi Kekuasaan

Dalam pidato terakhirnya sebagai Perdana Menteri di luar Downing Street pada 20 Juli 2026, Starmer menyampaikan pesan singkat namun penuh makna.

"Pekerjaan saya sudah selesai."

— Keir Starmer, pidato terakhir sebagai Perdana Menteri, 20 Juli 2026

Dalam pidato pengunduran dirinya sebelumnya, Starmer juga menyampaikan sentimen personal mengenai rencana ke depan pasca-jabatan.

"Ketika saya meninggalkan pekerjaan terbesar di negara ini, saya akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan terpenting, menjadi suami terbaik bagi istri saya yang fantastis, Vic, yang telah menjadi batu karang di sisi saya melalui masa-masa baik dan buruk, dan menjadi ayah terbaik bagi anak-anak saya yang cantik, yang merupakan kebanggaan dan kegembiraan saya."

— Keir Starmer, dalam pidato pengunduran dirinya

Selama proses transisi, Starmer tetap menjabat sebagai Perdana Menteri sementara hingga pemimpin baru Partai Buruh terpilih.

Andy Burnham Siap Ambil Alih Kepemimpinan

Andy Burnham, mantan Wali Kota Greater Manchester, dikonfirmasi akan mencalonkan diri sebagai pengganti Starmer dalam kontes kepemimpinan Partai Buruh. Burnham menegaskan komitmennya untuk memastikan proses peralihan kekuasaan berjalan dengan baik.

Transisi kekuasaan yang "tertib dan bertanggung jawab" akan memastikan "stabilitas, keseriusan, dan fokus berkelanjutan" pada isu-isu yang paling penting bagi negara.

— Andy Burnham, saat mengkonfirmasi pencalonannya untuk kepemimpinan Partai Buruh

Nominasi untuk kontes kepemimpinan Partai Buruh dibuka pada 9 Juli 2026 dan ditutup pada pertengahan Juli 2026.

Starmer Tinggalkan Parlemen, Kursi Diisi Partai Buruh

Pada 1 September 2026, Starmer juga mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Anggota Parlemen untuk daerah pemilihan Holborn dan St Pancras. Pemilihan sela untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Starmer digelar pada 8 Oktober 2026, dan dimenangkan oleh Sagal Abdi-Wali yang membawa bendera Partai Buruh, sehingga partai tersebut berhasil mempertahankan kursi tersebut.

Kronologi Singkat

2020: Keir Starmer terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh. 4 Juli 2024: Partai Buruh menang telak dalam pemilihan umum. 5 Juli 2024: Starmer dilantik sebagai Perdana Menteri oleh Raja Charles III. Awal Mei 2026: Partai Buruh menderita hasil buruk dalam pemilihan lokal. 19 Juni 2026: Andy Burnham menang pemilihan sela di Makerfield. 22 Juni 2026: Starmer umumkan pengunduran dirinya. 20 Juli 2026: Starmer resmi mundur setelah Raja Charles III menerima pengunduran dirinya. 1 September 2026: Starmer mundur sebagai Anggota Parlemen. 8 Oktober 2026: Pemilihan sela Holborn dan St Pancras dimenangkan Sagal Abdi-Wali dari Partai Buruh.