Joune Ganda Buka Opsi Ganti Semua Kepala Sekolah di Minahasa Utara

Bupati Minahasa Utara kecewa atas dugaan uang pelicin jabatan kepala sekolah dan ancam lakukan penggantian menyeluruh.

• MW Media
Published Oktober 16, 2026 • 20.04 WITA
Joune Ganda Buka Opsi Ganti Semua Kepala Sekolah di Minahasa Utara
Gambar Ilustrasi

Joune Ganda Buka Opsi Ganti Semua Kepala Sekolah Terkait Dugaan Uang Pelicin Jabatan

Minahasa Utara, Sulawesi Utara — Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, melontarkan opsi untuk mengganti seluruh kepala sekolah di wilayahnya sebagai respons atas dugaan praktik pemberian uang demi mempertahankan jabatan kepala sekolah. Pernyataan tegas itu disampaikan Joune Ganda pada acara penandatanganan kesepakatan bersama sekaligus sosialisasi pendidikan antikorupsi antara penyuluh antikorupsi Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, pada 16 Oktober 2026.

Dugaan yang Berulang Kali Terdengar

Joune Ganda mengungkapkan bahwa kabar mengenai dugaan permintaan uang untuk mempertahankan jabatan kepala sekolah bukan pertama kalinya terdengar. Ia menyatakan telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan memerintahkan Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara untuk melakukan investigasi. Namun demikian, hingga kini belum ada satu pun kepala sekolah yang secara terbuka menyampaikan laporan resmi, meskipun Joune Ganda mengaku telah memberikan jaminan perlindungan bagi para pelapor.

"Saya bilang, kita akan jamin siapa pun yang bawa secret."

— Joune Ganda, Bupati Minahasa Utara

Bupati menyatakan keheranannya atas minimnya keberanian para kepala sekolah untuk melapor secara langsung, sekalipun kewenangan penuh berada di tangan kepala daerah. Ia mempertanyakan mengapa para kepala sekolah dinilai lebih takut terhadap oknum tertentu daripada kepada bupati yang secara struktural memiliki otoritas atas mereka.

"Coba dibayangkan betapa powerful-nya pengaruh oknum-oknum ini. Ke bupati saja mereka tidak berani."

— Joune Ganda, Bupati Minahasa Utara

Ironi di Dunia Pendidikan

Joune Ganda menilai kondisi ini sangat ironis. Tenaga pendidik yang seharusnya berkonsentrasi penuh dalam memimpin sekolah dan mendidik generasi muda justru dibayangi oleh dugaan praktik yang mencederai integritas. Menurutnya, persoalan ini tidak dapat dibiarkan berkembang tanpa kejelasan dan harus ditelusuri secara serius.

Sebagai salah satu opsi untuk memutus mata rantai permasalahan tersebut, Joune Ganda menyebut kemungkinan penggantian menyeluruh terhadap kepala sekolah di Kabupaten Minahasa Utara. Opsi ini dilontarkan dalam konteks keprihatinan mendalam atas lemahnya budaya pelaporan dan kuatnya pengaruh oknum yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.

Rekam Jejak Evaluasi Kepala Sekolah

Perhatian Joune Ganda terhadap kualitas kepemimpinan sekolah bukan hal baru. Pada Oktober 2021, ia pernah merespons isu pelantikan kepala sekolah pada satuan pendidikan yang tidak beroperasi dan menegaskan akan melakukan evaluasi lebih ketat. Pada Januari 2024, Bupati memberikan penghargaan kepada tujuh Kepala Sekolah Penggerak sebagai bentuk apresiasi atas kinerja positif. Sementara itu, pada Oktober 2025, rotasi kepala sekolah juga telah dilakukan dengan lima nama yang masuk dalam daftar perubahan.

Pada Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara juga telah melaksanakan Job Fit atau Uji Kompetensi dan evaluasi kinerja bagi 17 pejabat pimpinan tinggi pratama sebagai bagian dari komitmen reformasi birokrasi yang lebih luas.

Disampaikan dalam Forum Antikorupsi

Pilihan forum yang digunakan Joune Ganda untuk menyampaikan pernyataan ini dinilai signifikan. Acara sosialisasi pendidikan antikorupsi yang melibatkan penyuluh dari tingkat provinsi menjadi latar di mana Bupati menegaskan komitmennya untuk tidak mentoleransi praktik koruptif di lingkungan pendidikan. Dugaan pemberian uang pelicin demi mempertahankan jabatan kepala sekolah dianggap bukan hanya pelanggaran administratif, melainkan cerminan dari persoalan integritas yang lebih mendasar dalam tata kelola pendidikan di Minahasa Utara.