Senggolan Berujung Perkelahian Dua Penumpang KRL di Stasiun Duri

Dua penumpang KRL adu jotos di hall lantai 1 Stasiun Duri, Jakarta Barat, dipicu senggolan saat jam sibuk sore hari.

• MW Media
Published November 6, 2026 • 06.09 WITA

Senggolan Berujung Perkelahian Dua Penumpang KRL di Stasiun Duri

JAKARTA, 5 November 2026 — Dua penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) terlibat perkelahian fisik di area hall lantai 1 Stasiun Duri, Jakarta Barat, pada Rabu, 4 November 2026, sekitar pukul 17.05 WIB. Insiden yang terekam kamera dan viral di media sosial itu bermula dari senggolan kecil di tengah kepadatan lalu lintas penumpang pada jam sibuk sore hari.

Kronologi Kejadian

Perselisihan dipicu oleh senggolan antara kedua penumpang saat mereka transit dari peron jalur 5 menuju peron jalur 2 di dalam stasiun. Senggolan tersebut dengan cepat berubah menjadi konfrontasi fisik.

Salah seorang pria yang mengenakan jaket merah muda tercatat sebagai pihak yang lebih dulu melakukan tindakan agresif. Ia mengejar dan memukul pria lain yang mengenakan jaket hitam menggunakan tasnya. Pria berjaket hitam kemudian tidak tinggal diam dan membalas dengan melayangkan beberapa pukulan.

Petugas keamanan stasiun, dibantu sejumlah penumpang lain yang berada di lokasi, segera turun tangan untuk melerai dan mengamankan kedua belah pihak sebelum situasi semakin meluas.

"Dari keterangan yang didapat, kedua pengguna tersebut saling bersenggolan saat transit dari peron jalur 5 menuju peron jalur 2."

— Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter

Kedua Pihak Dikawal Petugas

Setelah berhasil dilerai, kedua penumpang tidak langsung dipisahkan begitu saja. Petugas stasiun mengawal keduanya untuk memastikan tidak terjadi keributan susulan di area peron.

"Usai dilerai, kedua pengguna tersebut kembali melanjutkan perjalanannya untuk menuju peron jalur 1-2 dengan dipisahkan dan dikawal petugas agar tidak terjadi hal yang serupa di area peron."

— Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter

Video insiden ini menyebar luas di media sosial setelah diunggah oleh sejumlah akun, termasuk akun @infojakarta.co.id, dan menuai perhatian publik yang besar.

KAI Commuter Minta Penumpang Jaga Ketertiban

Pada Kamis, 5 November 2026, KAI Commuter mengeluarkan pernyataan resmi yang menyayangkan insiden tersebut. Perusahaan menekankan pentingnya sikap saling menghargai antarpenumpang, terutama di lingkungan stasiun yang padat dan memiliki mobilitas tinggi.

"KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk tetap utamakan keselamatan. KAI meminta agar mereka tidak membuat kegaduhan dan selalu menghormati pengguna lainnya."

— KAI Commuter

Insiden di Stasiun Duri ini menjadi pengingat akan potensi eskalasi konflik dari hal-hal kecil di ruang publik yang padat. Stasiun kereta api, khususnya pada jam sibuk seperti pukul 17.00 WIB, merupakan titik dengan lalu lintas manusia yang sangat tinggi, di mana kontak fisik tidak disengaja seperti senggolan sangat mungkin terjadi. KAI Commuter menekankan bahwa kesadaran dan kedewasaan bersikap setiap pengguna menjadi kunci terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua pihak.