Russell Brand Divonis Bersalah atas Pemerkosaan dan Tiga Serangan Seksual, Ditahan Usai Sidang
LONDON — Komedian dan aktor Inggris Russell Brand, 51 tahun, dinyatakan bersalah atas satu tuduhan pemerkosaan dan tiga tuduhan serangan seksual oleh juri Southwark Crown Court, London, pada Kamis, 5 November 2026. Setelah putusan dijatuhkan, hakim langsung menolak permohonan jaminan dan menahan Brand dalam tahanan, dengan ancaman hukuman penjara yang disebut hakim akan bersifat "signifikan".
Juri yang terdiri dari delapan pria dan empat wanita membutuhkan waktu lebih dari delapan jam dalam dua hari sidang untuk mencapai keputusan tersebut. Brand dinyatakan bersalah atas pemerkosaan terhadap seorang wanita pada tahun 2009, meraba payudara seorang wanita di sebuah bar pada tahun 2004, mencium dan meraba-raba wanita lain di tempat kerjanya pada tahun 2005, serta menempatkan kepalanya di area selangkangan seorang rekan kerja pada tahun 2009.
Namun, Brand dibebaskan dari dua tuduhan pemerkosaan terpisah dan satu tuduhan percobaan penyerangan tidak senonoh. Secara keseluruhan, Brand awalnya didakwa dengan tiga tuduhan pemerkosaan, tiga tuduhan serangan seksual, dan satu tuduhan percobaan penyerangan tidak senonoh — semua tuduhan yang mencakup periode 10 tahun antara 1999 hingga 2009, yang diajukan oleh enam wanita.
Pernyataan Hakim dan Jaksa
Hakim Joel Bennathan menegaskan bahwa hukuman berat tidak dapat dihindari setelah putusan bersalah ini.
"Anda telah dihukum atas sejumlah pelanggaran termasuk pemerkosaan. Konsekuensi dari itu pasti adalah hukuman kurungan yang signifikan. Pandangan saya saat ini adalah saya harus menahan Anda dalam tahanan."
Menanggapi argumen pembelaan yang menyebut dampak penahanan terhadap anak-anak Brand, hakim menyatakan:
"Saya menyesali kesulitan yang disebabkan pada anak-anak, tentu saja. Tetapi kesulitan itu disebabkan oleh pelanggaran kriminal serius yang dilakukan oleh ayah mereka."
Jaksa Penuntut Senior David Roberts dalam pernyataannya seusai sidang menggambarkan Brand sebagai sosok yang mengeksploitasi kekuasaan dan ketenaran untuk melakukan kekerasan seksual.
"Russell Brand adalah predator dan menggunakan status selebritinya untuk melakukan kejahatan seksual. Dia adalah manipulator dengan keinginan tak terpuaskan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, terlepas dari apakah persetujuan diberikan atau tidak."
Kesaksian Brand di Persidangan
Selama persidangan yang dimulai pada Oktober 2026, Brand bersaksi sendiri di hadapan pengadilan pada 28 Oktober 2026, membantah seluruh tuduhan. Ia mengaku terobsesi dengan seks saat muda, namun menegaskan tidak pernah memaksa siapa pun.
"Seluruh hidup saya telah dikonsumsi oleh peristiwa-peristiwa ini, tuduhan-tuduhan ini, tuduhan-tuduhan ini."
"Persetujuan adalah fundamental, esensial, perlu, dan memang dalam banyak hal lebih penting daripada seks itu sendiri."
Respons Kepolisian Metropolitan
Detektif Inspektur Andy Furphy dari Kepolisian Metropolitan menyambut putusan tersebut sebagai pesan tegas kepada publik.
"Putusan hari ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum, terlepas dari ketenaran, kekayaan, pengaruh, atau profil publik mereka."
Kepolisian Metropolitan juga menyatakan bahwa penyelidikan terhadap Brand masih berlanjut, dengan dua tuduhan pemerkosaan lebih lanjut yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
Latar Belakang Kasus
Kasus ini bermula dari penyelidikan investigatif bersama yang diterbitkan pada 2023 oleh The Sunday Times, The Times, dan program Dispatches di Channel 4. Saat itu, Brand secara preemptif membantah tuduhan tersebut melalui sebuah video di YouTube, mengklaim dirinya menjadi korban "serangan terkoordinasi" akibat perannya sebagai influencer kesehatan daring dan komentator politik.
Pada April 2025, Polisi Inggris mengajukan dakwaan pertama terhadap Brand, meliputi satu tuduhan pemerkosaan, satu tuduhan pemerkosaan oral, satu tuduhan penyerangan tidak senonoh, dan dua tuduhan serangan seksual yang melibatkan empat wanita. Dakwaan kemudian diperluas pada Desember 2025 dengan tambahan satu tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan serangan seksual untuk insiden yang melibatkan dua wanita lain pada 2009.
Selain proses hukum di Inggris, Brand juga menghadapi gugatan perdata di Amerika Serikat yang menuduhnya melakukan serangan seksual selama produksi film Arthur.
Hukuman formal dijadwalkan akan dijatuhkan pada 8 November 2026.