Gudang Petasan Meledak dan Terbakar di Kalawat Minahasa Utara, Warga Panik Dini Hari
MINAHASA UTARA, Sulawesi Utara — Kebakaran hebat disertai rentetan ledakan dahsyat melanda gudang petasan di Desa Watutumou, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, pada Jumat (6/11/2026) dini hari sekitar pukul 00.45 WITA. Insiden itu memicu kepanikan luas di kalangan warga dan menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman sekitar.
Api pertama kali terlihat muncul dari bagian tengah bangunan gudang petasan, kemudian dengan cepat merembet ke sejumlah gudang lain yang berdekatan. Lokasi gudang berada tidak jauh dari jalan Manado–Bitung, tepatnya di belakang sebuah toko. Dalam waktu singkat, kobaran api menyambar tumpukan petasan yang tersimpan di dalam bangunan, memicu ledakan keras yang beruntun.
Delapan Gudang dan Sejumlah Mobil Hangus
Kebakaran menghanguskan sekitar delapan gudang. Beberapa kendaraan mobil yang berada di dalam gudang-gudang tersebut turut terbakar. Rentetan ledakan petasan yang terjadi menyebabkan sejumlah rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah, termasuk kaca jendela yang pecah dan plafon yang hancur.
Hingga Jumat pukul 09.00 WITA, letusan masih terus terdengar dari dalam gudang petasan, membuat warga di sekitar lokasi tetap dalam kondisi waspada. Pemadaman oleh sebanyak dua hingga tiga unit Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minut masih berlangsung di sejumlah titik pada saat berita ini diturunkan.
Ledakan Terdengar hingga Radius Kilometer
Suara dentuman keras akibat ledakan terdengar hingga radius beberapa kilometer, mencapai wilayah Paniki, Airmadidi, Kolongan, Kawangkoan Baru, Politeknik, dan Warembungan. Getaran yang ditimbulkan bahkan mampu menggoyang tempat tidur dan membangunkan warga dari tidur mereka.
"Tempat tidur pun bergoyang, membuat saya terbangun dari tidur."
"Saya sempat mengira Gunung Klabat meletus atau pesawat jatuh."
Kepanikan warga semakin besar karena skala ledakan yang tidak biasa. Sejumlah warga bahkan menyebut peristiwa itu mengingatkan mereka pada tragedi besar.
"Kami pikir kiamat."
Kronologi: Diawali Letupan Kecil
Salah seorang saksi mata mengungkapkan bahwa sebelum ledakan besar terjadi, sudah ada tanda-tanda awal yang tidak dihiraukan.
"Ada suara letupan kecil beberapa kali, kami kira orang main kembang api. Tapi tidak lama kemudian ada suara ledakan keras disertai kobaran api besar dari arah gudang."
Warga lain yang berada lebih dekat ke lokasi menyaksikan bagaimana api bermula dari sumber tunggal lalu menjalar cepat.
"Gudang petasan dulu yang meledak, baru dia menyebar."
Dugaan Gudang Ilegal, Tim Labfor Turun Tangan
Insiden ini juga memunculkan dugaan bahwa gudang tersebut beroperasi secara ilegal. Sejumlah warga sekitar mengaku tidak mengetahui bahwa bangunan itu menyimpan petasan dalam jumlah besar.
"Ternyata dari gudang itu. Bagian depannya hanya ditutupi ban-ban."
Penyamaran gudang dengan ban-ban di bagian depan mengindikasikan kemungkinan bahwa aktivitas penyimpanan bahan peledak tersebut tidak memiliki izin resmi. Hingga berita ini diturunkan, hal tersebut belum terkonfirmasi secara resmi dari pihak berwenang.
Tim laboratorium forensik (labfor) tampak telah berada di seputaran bangunan yang terbakar untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran serta status legalitas gudang tersebut.
Pemadaman Berlanjut
Upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas Damkar Minut yang berjibaku melawan kobaran api di tengah ancaman ledakan susulan. Bau benda terbakar yang menyengat dilaporkan menyebar di sekitar lokasi kejadian. Warga di permukiman terdekat diminta untuk berhati-hati mengingat letusan masih berlangsung beberapa jam setelah kebakaran pertama kali terjadi.