Presiden Paraguay Santiago Peña Mundur Pasca Krisis Bank

Peña mengundurkan diri Kamis, 5 Nov 2026, setelah runtuhnya Ueno Bank membekukan simpanan 3 juta nasabah.

• MW Media
Published November 6, 2026 • 12.13 WITA

Presiden Paraguay Santiago Peña Mundur di Tengah Krisis Perbankan yang Guncang Negeri

ASUNCIÓN, 5 November 2026 — Presiden Paraguay Santiago Peña mengundurkan diri pada Kamis, 5 November 2026, menyusul krisis politik dan keuangan yang dipicu oleh runtuhnya Ueno Bank, sebuah bank digital besar yang membekukan simpanan sekitar tiga juta nasabah dan menghancurkan kepercayaan publik terhadap pemerintahannya. Pengunduran diri ini terjadi di tengah proses pemakzulan yang didukung luas di parlemen, termasuk oleh anggota partainya sendiri.

Pengumuman Pengunduran Diri

Peña menyampaikan keputusannya melalui sebuah video yang disebarkan di media sosial. Ia menyebut situasi yang dihadapi sebagai salah satu momen terberat dalam hidupnya.

"Saudara-saudara sebangsa, hari ini saya berbicara kepada Anda di salah satu momen tersulit dalam hidup saya. Dengan hati yang tertuju pada Paraguay dan dengan keyakinan bahwa republik kita harus selalu diutamakan daripada orang atau keadaan apa pun, saya telah memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri saya sebagai presiden republik."

Peña juga menyatakan bahwa langkahnya diambil demi kestabilan negara dan perdamaian sosial.

"Saya melakukan ini demi stabilitas negara kita, perdamaian sosial, dan kebutuhan untuk menjaga institusi demokrasi kita."

Ia turut memohon maaf kepada rakyat dan mengungkapkan harapannya agar tabungan yang terbekukan dapat dikembalikan kepada para nasabah.

"Saya juga ingin meminta maaf kepada rakyat jika pada suatu saat saya mengecewakan mereka… Tapi hari ini prioritas saya hanya satu: ketenangan pikiran rakyat Paraguay yang mempercayakan tabungan mereka kepada sistem keuangan kita… Harapan terbesar saya adalah pengembalian dana tersebut dijamin."

Runtuhnya Ueno Bank: Pemantik Krisis

Krisis bermula dari kolapsnya Ueno Bank, sebuah bank digital yang dalam beberapa tahun di bawah pemerintahan Peña berkembang menjadi salah satu lembaga pemberi pinjaman terbesar di Paraguay. Bank ini mengklaim memiliki sekitar 60 persen populasi dewasa Paraguay sebagai nasabah. Pada Senin, 2 November 2026, bank sentral memerintahkan Ueno Bank untuk diselesaikan karena insolvensi, sebuah langkah yang langsung membekukan simpanan tiga juta nasabah dan membuat ratusan ribu keluarga kehilangan akses ke uang mereka.

Ueno Bank dituduh melakukan pinjaman berisiko kepada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan para pemiliknya, serta melakukan manipulasi pembukuan. Regulator diketahui mulai menandai praktik-praktik bermasalah di bank tersebut sejak Juni 2026, namun tindakan tegas baru diambil berbulan-bulan kemudian.

Peña sendiri berada dalam pusaran dugaan konflik kepentingan. Ia dituduh pernah memegang saham di perusahaan induk Ueno Bank hingga awal tahun lalu, dan menunjuk mantan eksekutif Ueno untuk memimpin bank sentral — yakni Carlos Carvallo, yang akhirnya mengundurkan diri pada 3 November 2026 atas permintaan Peña.

Protes Massal dan Tekanan Politik

Pembekuan dana nasabah memantik kemarahan publik yang meluas. Ribuan warga turun ke jalan di seluruh Paraguay, berkumpul di luar Gedung Kongres di Asunción untuk menuntut pengembalian tabungan mereka.

"Santiago Peña dan Partai Colorado telah mencuri semua tabungan kami," kata Luis Pineda, salah seorang pengunjuk rasa.

Tekanan politik pun datang bertubi-tubi. Anggota parlemen oposisi, termasuk Raul Benitez, menyebut telah terjadi pengurasan sistematis terhadap bank di bawah perlindungan kekuasaan presiden.

"Skema kriminal telah dibentuk di sini yang mendedikasikan diri untuk menguras bank, di bawah perlindungan institusi yang dia kendalikan sebagai presiden republik," ujar Benitez.

Proses pemakzulan pun diajukan pada Rabu, 4 November 2026, bukan hanya oleh oposisi, tetapi juga oleh sejumlah anggota Partai Colorado — partai yang selama ini berkuasa dan menaungi Peña.

Pemakzulan Tetap Berlanjut

Tak lama setelah Peña mengumumkan pengunduran dirinya, Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay dengan suara bulat menyetujui mosi pemakzulan terhadapnya. Namun secara prosedural, Kongres gagal mencapai kuorum untuk menerima pengunduran diri tersebut secara resmi, sehingga Peña secara teknis masih berstatus sebagai presiden saat proses pemakzulan dilanjutkan ke Senat. Sidang di Senat dijadwalkan dimulai pada Jumat, 6 November 2026.

Wakil Presiden Pedro Alliana dijadwalkan mengambil alih jabatan presiden untuk sisa masa jabatan Peña yang seharusnya berlangsung hingga 2028. Namun Alliana pun tidak luput dari sorotan, karena juga menghadapi tuduhan yang berkaitan dengan skandal Ueno Bank.

Penyelidikan Kriminal Dibuka

Jaksa penuntut telah memulai penyelidikan kriminal terhadap Peña dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya atas dugaan keterlibatan mereka dalam krisis perbankan yang mengguncang Paraguay ini. Peña, yang merupakan seorang ekonom dan mantan menteri keuangan, dilantik sebagai presiden pada 15 Agustus 2023.

Sebelum pengunduran dirinya, Peña menegaskan alasannya dengan kalimat singkat namun tegas:

"Tidak ada jabatan yang pantas melebihi kemaslahatan Paraguay."

Krisis ini menjadi salah satu guncangan politik dan keuangan terbesar dalam sejarah Paraguay modern, dengan jutaan warga yang masih menanti kepastian pengembalian simpanan mereka.