Presiden Israel Terima Hasil Pemilu, Mulai Pembicaraan Pembentukan Pemerintahan Baru
YERUSALEM, 4 November 2026 — Presiden Israel Isaac Herzog menerima hasil resmi pemilihan umum legislatif dari Komite Pemilihan Umum Pusat pada Rabu, 4 November 2026, dan segera memulai konsultasi dengan para pemimpin partai untuk menentukan siapa yang akan diberi mandat membentuk pemerintahan baru. Pemilu yang digelar pada 27 Oktober lalu menghasilkan kebuntuan politik, dengan tidak ada satu pun blok yang berhasil meraih 61 kursi — ambang batas mayoritas di Knesset (parlemen Israel) yang beranggotakan 120 orang.
Hasil Pemilu: Tidak Ada Pemenang Mutlak
Berdasarkan hasil penghitungan akhir yang diumumkan pada 30 Oktober 2026, blok kanan yang dipimpin mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berhasil mengamankan 53 kursi. Sementara itu, blok oposisi utama yang dipimpin Gadi Eisenkot memperoleh 48 kursi. Dua partai Arab secara kolektif meraih 19 kursi, menjadikan mereka penentu potensial dalam proses pembentukan koalisi.
Komite Pemilihan Umum Pusat menyatakan tidak menemukan "bukti adanya penyimpangan" yang memengaruhi hasil pemungutan suara. Pernyataan tersebut secara langsung menolak tuduhan kecurangan yang sebelumnya dilontarkan oleh Netanyahu.
Peran Presiden: Konsultasi dan Penunjukan Formatur
Meski jabatan Presiden Israel sebagian besar bersifat seremonial, dalam konteks pembentukan pemerintahan ia memiliki kewenangan krusial: menentukan siapa yang mendapat kesempatan pertama untuk membentuk kabinet. Presiden Herzog memiliki tenggat waktu hingga 10 November 2026 untuk menunjuk seorang calon perdana menteri.
"Saya memiliki diskresi yang sangat luas ketika memutuskan anggota Knesset mana yang akan ditugaskan untuk membentuk pemerintahan."
Kandidat yang ditunjuk akan memiliki waktu 28 hari untuk membentuk kabinet, dengan kemungkinan perpanjangan maksimal 14 hari atas diskresi presiden. Jika kandidat pertama gagal, presiden dapat mengalihkan mandat kepada kandidat lain. Apabila seluruh upaya gagal, Israel terpaksa harus menggelar pemilihan umum ulang.
Herzog Serukan Dialog dan Kreativitas Politik
Dalam pernyataannya usai menerima hasil pemilu, Presiden Herzog menyerukan semua pihak untuk mengesampingkan kalkulasi sempit demi kepentingan nasional.
"Penting untuk mengupayakan setiap opsi, memperluas dialog, dan menjajaki segala jalan yang dapat memajukan proses ini."
"Saya tidak meminta siapa pun untuk mengorbankan nilai-nilai utama mereka. Namun, dalam situasi saat ini, ketika tidak ada pemenang yang jelas setelah pemilu, saya meminta adanya pemikiran yang orisinal dan kreatif, keberanian, serta iktikad baik."
Kerumitan Koalisi: Partai Arab di Persimpangan
Netanyahu menyerukan pembentukan "pemerintahan nasional yang luas", namun ia secara tegas menolak pelibatan partai-partai Arab. Di sisi lain, Eisenkot secara matematis berpeluang mencapai mayoritas 61 kursi dengan menggandeng partai-partai Arab, tetapi jalan tersebut tidak bebas hambatan.
Partai-partai Arab dilaporkan enggan mengakui Israel sebagai negara Yahudi atau menyebut Hamas sebagai organisasi teroris. Eisenkot sendiri bersikukuh bahwa seluruh warga Israel harus menjalani semacam bentuk pengabdian nasional — sebuah posisi yang berpotensi mempersulit negosiasi. Kebuntuan ini memunculkan spekulasi tentang kemungkinan terbentuknya pemerintahan persatuan nasional sebagai jalan keluar untuk menghindari pemilu ulang.
Latar Belakang: Tradisi Panjang Ketidakstabilan Politik
Israel memiliki sejarah panjang ketidakstabilan politik. Antara tahun 2019 dan 2022, negara tersebut telah menggelar lima pemilihan umum. Pemilu Knesset ke-26 kali ini kembali mengulang pola yang sama: fragmentasi suara yang dalam dan sulitnya membangun koalisi mayoritas.
Netanyahu, perdana menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Israel, menghadapi sejumlah dakwaan korupsi dan pernah memimpin upaya perombakan sistem peradilan yang membelah masyarakat. Faktor-faktor tersebut turut mewarnai kompleksitas negosiasi koalisi yang kini tengah berjalan.
Linimasa Kunci
27 Oktober 2026: Pemilihan umum legislatif digelar untuk memilih 120 anggota Knesset ke-26.
30 Oktober 2026: Hasil penghitungan akhir diumumkan; tidak ada pemenang mutlak.
4 November 2026: Komite Pemilihan Umum Pusat menyerahkan hasil resmi kepada Presiden Herzog; konsultasi dua hari dimulai.
10 November 2026 (diharapkan): Presiden Herzog diperkirakan menunjuk calon formatur pemerintahan.