Kanada Ikuti Peringatan AS soal Ancaman 'Peristiwa Korban Massal' di Moskow
MOSKOW/OTTAWA, 31 Oktober 2026 — Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskow mengeluarkan peringatan keamanan mendesak pada Jumat (31/10) mengenai adanya "ancaman kredibel peristiwa korban massal" di Tsaritsyno Museum Reserve, kawasan museum bersejarah di Moskow selatan. Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) segera menggemakan peringatan tersebut, menasihati warganya di Rusia untuk meningkatkan kewaspadaan.
Peringatan AS dan Respons Otoritas Rusia
Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar AS di Moskow menyebutkan ancaman tersebut spesifik merujuk pada lokasi Tsaritsyno Museum Reserve di Dolskaya Ulitsa 1, Moskow.
"Kedutaan Besar AS di Moskow mengetahui adanya ancaman kredibel peristiwa korban massal HARI INI 31 Oktober, di Tsaritsyno Museum Reserve di Moskow di Dolskaya Ulitsa 1, Moskow, Rusia 11569. Pemerintah AS sedang berkoordinasi dengan otoritas Rusia yang sesuai untuk merespons."
— Pernyataan Kedutaan Besar AS di Moskow
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengonfirmasi telah menerima informasi tersebut dari pihak Amerika Serikat dan menyatakan tengah mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
"Kami telah menerima informasi dari mitra AS mengenai rencana serangan teroris di Moskow. Kami mengambil tindakan yang tepat."
— Federal Security Service (FSB) Rusia
Sebagai tindak lanjut, Tsaritsyno Museum Reserve ditutup sementara dengan alasan resmi "alasan teknis", sementara operasi keamanan dilaporkan tengah berlangsung di sekitar kawasan tersebut.
Kanada Serukan Warganya Waspada dan Pertimbangkan Meninggalkan Rusia
Global Affairs Canada (GAC) menggemakan peringatan AS dengan menasihati warga Kanada yang berada di Moskow untuk menghindari keramaian, senantiasa waspada terhadap lingkungan sekitar, dan memantau perkembangan melalui media lokal. GAC sekaligus menegaskan kembali sarannya agar warga Kanada menghindari semua perjalanan ke Rusia, mengacu pada konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina serta meningkatnya risiko terorisme.
"Jika Anda berada di Rusia, Anda harus mempertimbangkan untuk meninggalkan negara itu melalui jalur komersial. Jika Anda tetap di Rusia, pertahankan profil rendah. Warga Kanada yang memegang kewarganegaraan Rusia dapat dikenakan panggilan untuk wajib militer."
— Global Affairs Canada (GAC)
Kilas Balik: Pola Peringatan dan Tragedi Crocus City Hall 2024
Peringatan ini bukan yang pertama kali dikeluarkan AS kepada warganya di Rusia. Pada 7 Maret 2024, Kedutaan Besar AS di Moskow telah memperingatkan adanya "rencana ekstremis yang akan segera menargetkan pertemuan besar di Moskow, termasuk konser". Sehari kemudian, Global Affairs Canada turut menggemakan peringatan tersebut mengenai "risiko terorisme yang akan segera terjadi".
Pada 19 Maret 2024, Presiden Rusia Vladimir Putin menolak peringatan-peringatan dari Barat tersebut.
"Semua tindakan ini menyerupai pemerasan terang-terangan dan niat untuk mengintimidasi serta mengacaukan masyarakat kami."
— Presiden Rusia Vladimir Putin (menanggapi peringatan terorisme Barat pada Maret 2024)
Tiga hari setelah pernyataan Putin tersebut, tepatnya pada 22 Maret 2024, serangan teroris mematikan terjadi di tempat konser Crocus City Hall di pinggiran Moskow, menewaskan lebih dari 140 orang. Kelompok ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Konteks: Risiko Keamanan yang Meningkat di Rusia
Peringatan terkini ini muncul di tengah konflik berkelanjutan antara Rusia dan Ukraina yang telah memicu aktivitas militer di dalam perbatasan Rusia dan meningkatkan risiko terorisme secara keseluruhan. Pemerintah AS juga menyatakan memiliki kemampuan yang terbatas untuk memberikan bantuan konsilar kepada warganya di Rusia, khususnya di luar Moskow, dan secara resmi menyarankan agar warga Amerika Serikat tidak melakukan perjalanan ke Rusia sama sekali. Situasi berkembang dan pembaruan informasi lebih lanjut masih ditunggu dari otoritas terkait.