Banjir dan Longsor Terjang Banyumas, Tanggul Jebol dan Tiga Sekolah Terdampak

BPBD Banyumas mencatat 21 kejadian bencana hingga pukul 08.47 WIB, didominasi 14 longsor yang merusak fasilitas pendidikan dan infrastruktur.

• MW Media
Published Oktober 31, 2026 • 13.42 WITA
Banjir dan Longsor Terjang Banyumas, Tanggul Jebol dan Tiga Sekolah Terdampak
Gambar Ilustrasi

Banjir dan Longsor Terjang Banyumas, Tanggul Jebol dan Tiga Sekolah Terdampak

BANYUMAS, Jawa Tengah — Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu dini hari, 31 Oktober 2026, dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak Jumat malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat total 21 kejadian bencana hingga pukul 08.47 WIB, tersebar di delapan kecamatan, dengan tanah longsor sebagai kejadian yang paling mendominasi.

Dari 21 kejadian yang tercatat, 14 di antaranya merupakan tanah longsor, 5 kejadian banjir, dan 2 kejadian cuaca ekstrem. Bencana tersebar di Kecamatan Wangon, Kebasen, Somagede, Purwojati, Ajibarang, Lumbir, Kemranjen, dan Rawalo.

"Dari laporan sementara, tanah longsor menjadi kejadian yang paling mendominasi."

— Dwi Irawan Sukma, Kepala Pelaksana BPBD Banyumas

Tanggul Jebol, Fasilitas Pendidikan Rusak

Salah satu dampak paling kritis adalah jebolnya tanggul Sungai Jimblem di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, akibat derasnya aliran banjir. Sementara itu, tiga fasilitas pendidikan mengalami kerusakan akibat longsor, yaitu SDN 3 Pageralang, SDN 4 Tipar Kidul, dan SDN Karangsari.

Kerusakan paling signifikan terjadi di SDN 2 Tanggeran, Kecamatan Somagede. Sekitar pukul 07.00 WIB, tembok keliling sekolah sepanjang kurang lebih 30 meter dengan tinggi sekitar 3,5 meter roboh akibat terjangan longsor.

"Akibat kejadian tersebut, tembok keliling sekolah sepanjang kurang lebih 30 meter dengan tinggi sekitar 3,5 meter roboh. Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp175 juta."

— Kombes Pol Dhovan Oktavianton, Kapolresta Banyumas

Banjir Luapan Sungai Rendam Tiga Desa

Banjir akibat luapan sungai dilaporkan merendam Desa Gerduren di Kecamatan Purwojati, serta Desa Pengadegan dan Desa Klapagading Kulon di Kecamatan Wangon. Area sekitar SMP Negeri Wangon juga dilaporkan terdampak banjir. Di kecamatan yang sama, sebuah pohon tumbang menutup ruas jalan raya di Desa Rawaheng.

Longsor juga terjadi di sejumlah titik lain, di antaranya Desa Klinting (Kecamatan Somagede), Desa Canduk (Kecamatan Lumbir), dan Desa Kracak (Kecamatan Ajibarang). Talud ruas jalan kabupaten di Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, turut longsor sekitar pukul 07.30 WIB, mengganggu akses jalan alternatif Kemawi-Sumpiuh. Longsor juga tercatat di Desa Piasa Kulon, Kecamatan Somagede, pada pukul 05.50 WIB dan merusak rumah warga.

Asesmen Masih Berlangsung

BPBD Kabupaten Banyumas menyatakan petugas masih terus melakukan kaji cepat di lapangan untuk menginventarisasi seluruh dampak bencana dan menentukan kebutuhan penanganan darurat.

"Petugas BPBD Kabupaten Banyumas saat ini masih melakukan asesmen atau kaji cepat untuk mengetahui dampak dari kejadian bencana tersebut."

— Abdul Ladjis, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas

"Adapun kebutuhan mendesak untuk penanganan bencana masih dalam proses pendataan seiring dengan asesmen yang dilakukan petugas di lapangan."

— Abdul Ladjis, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas

Kabupaten Banyumas merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang rawan bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor, saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Pembaruan data dampak dan kebutuhan penanganan darurat dijadwalkan terus dilaporkan seiring berlangsungnya asesmen di lapangan.