Viral Cekcok Ibu Muda dengan Tetangga di Kota Batu karena Asap Pembakaran Sampah, Berakhir Damai setelah Mediasi Polsek
KOTA BATU, Jawa Timur — Pertengkaran antara seorang ibu muda bernama Novrinia Indraswari dan tetangganya di Jalan Lesti, RT 05/RW 03, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, viral di media sosial setelah videonya diunggah akun @alfiandiyyy. Hingga Jumat, 4 September 2026 pukul 15.07 WIB, video tersebut telah meraih 60,8 ribu tanda suka dan 10,6 ribu komentar. Kasus ini akhirnya berakhir damai pada Minggu, 6 September 2026, setelah mediasi yang difasilitasi Polsek Batu di Balai Kelurahan Ngaglik.
Awal Mula: Asap Bakar Sampah Ancam Bayi Beriwayat Infeksi Paru
Cekcok bermula dari kebiasaan tetangga Novrinia yang membakar sampah di lahan kosong belakang rumahnya, yang diklaim sudah berlangsung hampir setiap hari dengan waktu yang tidak menentu. Asap pembakaran tersebut kerap masuk ke dalam rumah Novrinia, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan bayinya yang baru berusia sekitar satu bulan. Sang bayi memiliki riwayat infeksi paru-paru dan sempat menjalani perawatan intensif di ruang NICU.
"Emang setiap hari orangnya bakar-bakar sampah ya, enggak tahu waktu. Cuman kan biasanya aku diam aja enggak pernah tak tegur. Terus kemarin itu kok baunya kayak bau ban dibakar dan menyengat pol."
Novrinia mengaku awalnya menegur tetangganya dengan nada sopan dan penuh pertimbangan, mengingat lahan tempat pembakaran merupakan milik tetangga tersebut.
"Saya bilang pelan-pelan, 'Mas, boleh dimatikan ta? Soalnya saya punya bayi.' Saya tahu diri itu tanah milik dia, takutnya tersinggung. Tapi pas dilihat dari pintu kamar, kok belum dimatikan."
Teguran Baik-Baik Berujung Adu Argumen
Alih-alih memadamkan api, tetangga Novrinia merespons teguran kedua dengan nada ketus. Situasi kemudian memanas ketika istri tetangga turut ikut campur dan justru mendorong agar api tidak dipadamkan.
"Pas ditegur kedua kali, orangnya malah jawab 'Alah wong sampah plastik ae, mari ngene mari Mbak' dan enggak mau mematikan."
"Dia bilang 'Wong kon pendatang ae! Kon sing ngalih o'. Karena kalah argumen, dia malah ngata-ngatain 'raimu kayak ngono ae' membawa fisik. Terus istrinya juga datang bukannya meredakan malah bilang 'Wis ojok dipateni! Ojok dipateni!'"
Seluruh adu argumen tersebut terekam dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial.
Video Viral, Kelurahan Hubungi Novrinia untuk Mediasi
Setelah video tersebut viral, pihak Kelurahan Ngaglik menghubungi Novrinia pada Jumat, 4 September 2026, untuk menggelar mediasi. Namun, Novrinia mengungkapkan ketidaknyamanannya atas syarat yang diajukan pihak kelurahan.
"Pihak kelurahan telepon bilang Pak Lurah minta mediasi sekarang dan suruh take down video. Saya bilang enggak bisa sekarang karena di rumah sendiri jaga bayi, suami lagi kerja. Tapi dijawab harus sendiri, enggak boleh sama suami."
Pada Sabtu, 5 September 2026, Novrinia masih menyatakan belum ada perkembangan yang berarti.
"Enggak ada itu (informasi damai), belum ada sama sekali. Sampai sekarang belum ada mediasi yang ketemu titik terang atau permintaan maaf secara langsung dari pihak yang bersangkutan."
Novrinia menegaskan tekadnya untuk memperjuangkan hak kesehatan anaknya.
"Saya siap maju demi anak saya."
Polsek Batu Turun Tangan, Kasus Berakhir Damai
Polsek Batu kemudian turun tangan memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak di Balai Kelurahan Ngaglik. Pada Minggu, 6 September 2026, Kapolsek Batu AKP Muhammad Subhan mengumumkan bahwa kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Terkait video Ngaglik udah di mediasi dua belah pihak saling menerima dan saling bermaaf-maafan, sudah dikumpulkan di balai kelurahan."
"Kedua pihak sudah memahami dan sepakat untuk saling memaafkan. Lingkungan juga diharapkan kembali kondusif."
Sebagai bagian dari kesepakatan damai, pihak yang selama ini membakar sampah berjanji untuk tidak lagi melakukan aktivitas pembakaran yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
Sorotan atas Bahaya Pembakaran Sampah di Permukiman
Kasus ini menyorot masalah yang kerap terjadi di permukiman padat: praktik pembakaran sampah sembarangan yang berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak. Bayi Novrinia yang memiliki riwayat infeksi paru-paru dan pernah dirawat di NICU menjadi gambaran nyata betapa berbahayanya paparan asap pembakaran sampah bagi kesehatan warga sekitar.