Tiongkok Siapkan Stimulus £40 Miliar untuk Sektor Keuangan

Beijing suntikkan US$54 miliar ke bank dan asuransi di tengah perlambatan PDB ke 4,3% pada kuartal kedua 2026.

MW Media
Published September 7, 2026 • 06.03 WITA
Tiongkok Siapkan Stimulus £40 Miliar untuk Sektor Keuangan
Gambar Ilustrasi

Tiongkok Siapkan Stimulus £40 Miliar untuk Sektor Keuangan di Tengah Kekhawatiran Pertumbuhan Melambat

Beijing, 6 September 2026 — Pemerintah Tiongkok mengumumkan paket stimulus senilai £40 miliar (setara dengan US$54 miliar) untuk memperkuat sektor keuangannya, menyusul laporan pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah target resmi pemerintah. Dana ini akan disalurkan kepada bank dan perusahaan asuransi guna meningkatkan kapasitas mereka dalam berinvestasi di pasar saham dan menyalurkan pinjaman kepada dunia usaha.

Stimulus tersebut akan bersumber dari institusi negara, termasuk Kementerian Keuangan dan perusahaan pengelola monopoli tembakau negara. Langkah ini dinyatakan sebagai bagian dari upaya lebih luas Beijing untuk menstabilkan perekonomian yang tengah menghadapi tekanan dari berbagai sisi.

"The injection is an important step by the country to enhance the financial sector's ability to serve the real economy and promote the high-quality..."

— The Guardian

Alokasi Dana ke Perusahaan Asuransi

Sejumlah perusahaan asuransi pelat merah menjadi penerima utama stimulus ini. China Life Insurance akan menerima suntikan modal sebesar 35 miliar yuan, sementara China Taiping Insurance Group mendapat alokasi 7 miliar yuan. Selain itu, People's Insurance Company of China berencana mengumpulkan hingga 15 miliar yuan melalui penempatan saham A secara privat kepada Kementerian Keuangan untuk mengisi kembali modalnya.

Langkah ini tidak lepas dari kondisi sektor asuransi yang tertekan. Suku bunga rendah yang persisten telah mengikis profitabilitas, dengan banyak perusahaan asuransi kecil dan menengah melaporkan rasio solvabilitas yang memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Ekonomi di Bawah Target, PDB Kuartal II Hanya 4,3%

Pada 15 Juli 2026, Tiongkok melaporkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua sebesar 4,3% — salah satu tingkat terendah yang pernah tercatat — dan berada di bawah target pemerintah sebesar 4,5% hingga 5%. Perlambatan ini dipicu oleh permintaan domestik yang melemah, kepercayaan konsumen yang rendah, serta krisis berkepanjangan di sektor properti.

"Growth has become more uneven: exports continue to support headline activity, but domestic demand has softened notably."

— Analis Goldman Sachs

Meski ekspor Tiongkok tetap relatif kuat, didukung oleh produk-produk berteknologi tinggi, kinerja tersebut belum mampu mengimbangi kelemahan permintaan dalam negeri dan pasar tenaga kerja yang lesu.

Kebijakan Moneter dan Fiskal Pendukung

Bank Sentral Tiongkok (PBOC) menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kebijakan moneter yang cukup akomodatif sepanjang 2026. Gubernur PBOC Pan Gongsheng menyatakan masih terdapat ruang untuk pelonggaran lebih lanjut.

"There is still room for further RRR and interest rate cuts this year."

— Pan Gongsheng, Gubernur People's Bank of China

PBOC akan menggunakan instrumen seperti pemotongan rasio persyaratan cadangan (RRR) dan pengurangan suku bunga untuk mendukung likuiditas. Di sisi fiskal, pemerintah menargetkan defisit anggaran sekitar 4% dari PDB untuk tahun 2026 dan berjanji mempercepat penerbitan obligasi guna menopang pertumbuhan.

Reformasi Sektor Properti Diperluas

Pada 28 Agustus 2026, regulator Tiongkok memperpanjang kebijakan dukungan pembiayaan real estat hingga 31 Desember 2026. Pemerintah sekaligus memperkenalkan langkah-langkah untuk menggeser model penjualan rumah dari sistem pra-penjualan menuju penjualan unit yang telah selesai dibangun.

"The essence of the policy is to reform and improve the commercial housing sales system, with the orderly and effective promotion of completed-home sales at its core."

— Li Yujia, peneliti kebijakan perumahan Provinsi Guangdong

PBOC juga mengumumkan perpanjangan jangka waktu hipotek bagi pembeli rumah dari maksimal 30 tahun menjadi 40 tahun, sebagai upaya meringankan beban cicilan dan mendorong pemulihan pasar properti.

Respons Pasar: Melebihi Ekspektasi

Sejumlah analis menilai paket kebijakan yang diumumkan melampaui ekspektasi pelaku pasar. Zhang Zhiwei, kepala ekonom Pinpoint Asset Management, memberikan penilaian positif atas langkah-langkah tersebut.

"The policies announced today are stronger than what the market expected. They are a meaningful step in the right direction, suggesting policy makers understand the urgency to stabilize the property sector."

— Zhang Zhiwei, Chief Economist, Pinpoint Asset Management

Stimulus £40 miliar untuk sektor keuangan ini merupakan bagian dari serangkaian kebijakan fiskal dan moneter yang terus diperkenalkan Beijing sejak awal 2026 untuk mencegah perlambatan ekonomi yang lebih dalam, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.