Rangkaian Gempa Guncang Sulawesi pada Minggu 6 September 2026

BMKG mencatat empat gempa mengguncang Sulawesi pada 6 September 2026, terkuat M4,8 di Luwuk. Tidak ada laporan kerusakan signifikan.

MW Media
Published September 6, 2026 • 20.03 WITA
Rangkaian Gempa Guncang Sulawesi pada Minggu 6 September 2026
Gambar Ilustrasi

Rangkaian Gempa Bumi Guncang Sulawesi pada Minggu, 6 September 2026

MANADO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya empat kali gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi pada Minggu, 6 September 2026. Gempa terkuat berkekuatan Magnitudo 4,8 melanda dekat Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, sementara tiga gempa lainnya terjadi di wilayah Sulawesi Utara. Hingga berita ini disusun, belum terkonfirmasi adanya laporan kerusakan bangunan signifikan maupun potensi tsunami akibat serangkaian gempa tersebut.

Kronologi Kejadian

Gempa pertama tercatat pada pukul 14:41 WITA, dengan kekuatan Magnitudo 4,8 berpusat di dekat Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada kedalaman dangkal 10 kilometer. Kedalaman yang dangkal umumnya berpotensi menimbulkan guncangan yang lebih terasa di permukaan.

Selang kurang dari satu jam, pada pukul 15:25 WITA, gempa Magnitudo 3,4 mengguncang Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Pusat gempa berada di laut. BMKG melalui akun resmi media sosialnya mengonfirmasi kejadian ini.

"Gempa magnitudo 3.4 di laut,"

— Tribun Manado mengutip akun X BMKG

Pada pukul 18:04 WITA, dua gempa terjadi hampir bersamaan di dua lokasi berbeda. Gempa Magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, dengan pusat gempa di laut. Pada detik yang nyaris bersamaan, yakni pukul 18:04:33 WITA, BMKG juga mencatat gempa Magnitudo 3,7 di Semenanjung Minahasa, Sulawesi, dengan kedalaman 131 kilometer — jauh lebih dalam dibandingkan gempa-gempa lainnya pada hari itu.

Status Keamanan dan Imbauan BMKG

Berdasarkan data yang tersedia, belum terkonfirmasi adanya laporan kerusakan fisik yang signifikan maupun potensi ancaman tsunami dari keseluruhan rangkaian gempa pada 6 September 2026 ini. BMKG senantiasa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang ketika gempa terjadi.

"Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah tempat yang aman untuk berlindung."

— Saran umum dari BMKG terkait tindakan saat gempa

Sulawesi, Wilayah Rawan Gempa

Serangkaian gempa pada 6 September 2026 ini menambah daftar panjang aktivitas seismik di Sulawesi, wilayah yang dikenal memiliki tingkat kegempaan tinggi. Kondisi ini disebabkan posisi Sulawesi yang berada di zona tumbukan lempeng tektonik yang kompleks, mencakup Lempeng Laut Filipina, Lempeng Halmahera, dan Lempeng Sangihe.

Sepanjang tahun 2026, wilayah Sulawesi dan sekitarnya telah beberapa kali diguncang gempa signifikan. Pada 2 April 2026, gempa Magnitudo 7,4 melanda Laut Maluku — antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara — menyebabkan satu korban jiwa dan kerusakan pada lebih dari 450 struktur bangunan. Kemudian, pada 8 Juni 2026, gempa Magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi memicu tsunami kecil di beberapa lokasi Sulawesi Utara, termasuk Talengan, Tahuna, dan Melonguane. Adapun pada 16 Agustus 2026, gempa Magnitudo 6,1 mengguncang dekat Semenanjung Minahasa tanpa diikuti ancaman tsunami.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah ini dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.