Tiga Remaja Tewas Terseret Ombak di Pantai Tuturuga Minahasa

Tiga dari empat remaja asal Tomohon tewas setelah terseret ombak di Pantai Tuturuga, Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu sore.

MW Media
Published Agustus 24, 2026 • 06.05 WITA
Tiga Remaja Tewas Terseret Ombak di Pantai Tuturuga Minahasa
Gambar Ilustrasi

Korban Tewas Terseret Ombak di Pantai Tuturuga Minahasa Bertambah Menjadi Tiga Orang

MINAHASA, Sulawesi Utara — Tiga dari empat remaja asal Kota Tomohon meninggal dunia setelah terseret ombak besar saat mandi dan bermain di Pantai Tuturuga, Desa Ranowangko II, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 17.30 WITA. Satu korban selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Ketiga korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Kenzie Lengkong (17 tahun, laki-laki), Candra Pitoy (17 tahun, laki-laki), dan Grazelli Kindangen (18 tahun, perempuan), semuanya berasal dari Tomohon. Adapun korban selamat adalah Miki Somba (16 tahun, perempuan), yang juga berasal dari Tomohon dan masih dirawat intensif.

"Empat orang terseret ombak saat mandi dan bermain di Pantai Tuturuga Beach."

— Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang

Kronologi Kejadian

Musibah bermula pada Sabtu sore ketika keempat remaja itu menikmati liburan akhir pekan di Pantai Tuturuga. Ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret mereka ke laut.

"Kejadian bermula saat empat korban mandi di pantai. Tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret mereka ke laut."

— Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng

Warga setempat berhasil menyelamatkan tiga korban tidak lama setelah kejadian. Namun, dua di antaranya — Candra Pitoy dan Grazelli Kindangen — dinyatakan meninggal dunia sesampainya di RS Tondano, sementara Miki Somba dirawat lebih lanjut. Korban keempat, Kenzie Lengkong, masih dalam pencarian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Manado — Basarnas Sulut — menerima laporan dari BPBD Minahasa dan memberangkatkan Tim Rescue pada pukul 19.05 WITA di hari yang sama. Operasi SAR gabungan dilanjutkan keesokan harinya, Minggu, 23 Agustus 2026, pukul 06.30 WITA, untuk mencari Kenzie Lengkong yang belum ditemukan.

Pada pukul 07.30 WITA, Minggu pagi, Kenzie Lengkong akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sekitar lokasi kejadian.

"Ya benar, korban hilang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia."

— Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng

Operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai pada pukul 09.30 WITA, Minggu, 23 Agustus 2026, setelah seluruh korban berhasil ditemukan.

Operasi SAR Melibatkan Peralatan Canggih

Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan Basarnas Sulut bekerja sama dengan BPBD Minahasa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat nelayan setempat. Peralatan yang dikerahkan meliputi perahu karet, peralatan selam, water rescue, Aqua Eye, dan drone thermal.

Imbauan Keselamatan

Pantai Tuturuga yang terletak di pesisir timur Kabupaten Minahasa dikenal sebagai destinasi wisata bahari. Lokasinya yang terbuka kerap menghasilkan ombak cukup besar, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Insiden ini menambah daftar kasus tenggelam di Kabupaten Minahasa, menjadi kasus ketiga yang tercatat sejak Januari hingga Agustus 2026.

Kepala Basarnas Sulut George Mercy Randang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan laut.

"Selalu perhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta utamakan keselamatan saat berada di laut."

— Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang