Perang Dagang AS-Kanada Memanas, Tarif Baru 50% Resmi Berlaku

Trump teken tarif 50% produk Kanada senilai US$20 miliar. Ottawa ancam balas mulai 8 September 2026.

MW Media
Published Agustus 25, 2026 • 06.09 WITA
Perang Dagang AS-Kanada Memanas, Tarif Baru 50% Resmi Berlaku
Gambar Ilustrasi

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Tarif 50% Berlaku, Kedua Pihak Saling Ancam Pembalasan

Washington/Ottawa, 24 Agustus 2026 — Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada melonjak tajam setelah tarif tambahan 50% atas sekitar 20 miliar dolar AS produk Kanada resmi diberlakukan pada 22 Agustus 2026. Eskalasi berlanjut pada Senin, 24 Agustus 2026, ketika Presiden Donald Trump mengumumkan rencana tarif baru sebesar 50% atas semua mobil, truk, suku cadang otomotif, dan baja Kanada, yang dijadwalkan berlaku efektif 1 Januari 2027.

Tarif yang kini berlaku dijatuhkan berdasarkan Bagian 338 Undang-Undang Tarif tahun 1930 — bukan lagi lewat International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) yang telah dibatalkan Mahkamah Agung AS pada Februari 2026. Tarif baru ini berlaku bahkan untuk barang-barang yang memenuhi syarat sebagai produk "berasal" berdasarkan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA/CUSMA).

Produk yang Terdampak

Tarif 50% yang mulai berlaku 22 Agustus 2026 mencakup sekitar 5,5% dari total ekspor Kanada ke AS. Produk yang terkena dampak meliputi produk susu (susu, krim, whey), minuman beralkohol (bir, anggur, minuman keras), stik hoki, produk kertas dan tekstil tertentu, penekan lidah, kayu lapis, semen, konsol video game, hingga tisu toilet.

Tiga Proklamasi Presiden yang menjadi landasan tarif tersebut ditandatangani Trump pada 20 Juli 2026. Tanggal berlaku sempat diundur dari 19 Agustus ke 22 Agustus 2026 setelah negosiasi menit-menit terakhir gagal mencapai kesepakatan.

Alasan AS dan Reaksi Keras Trump

Gedung Putih menyatakan bahwa tarif ini merupakan tanggapan atas "perlakuan diskriminatif" Kanada terhadap ekspor produk susu, alkohol, dan kendaraan bermotor AS. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menegaskan posisi Washington pada 23 Agustus 2026.

"Kami bergerak maju dengan langkah-langkah yang menanggapi pembalasan Kanada."

— Jamieson Greer, Perwakilan Dagang AS, 23 Agustus 2026

"Kepentingan kami adalah melindungi pekerja Amerika dan melindungi rantai pasokan Amerika."

— Jamieson Greer, Perwakilan Dagang AS, 23 Agustus 2026

Presiden Trump sendiri menulis sejumlah pernyataan keras di platform Truth Social pada 23–24 Agustus 2026.

"Kanada menginginkan manfaat menjadi sebuah Negara, tanpa menjadi satu Negara!!!"

— Donald Trump, 23 Agustus 2026

"Kanada telah menipu Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Dalam Perdagangan, dan dalam hal-hal lain, mereka juga termasuk Negara terburuk di Dunia untuk dihadapi."

— Donald Trump, 24 Agustus 2026

"Mereka merasa berhak, namun, KAMI TIDAK MEMBUTUHKAN KANADA, MEREKA MEMBUTUHKAN KAMI! Mereka melakukan 95% bisnis mereka dengan AS, dengan kami, justru sebaliknya!"

— Donald Trump, 24 Agustus 2026

Ottawa Lawan Balik: Pembalasan Dollar-for-Dollar

Kanada tidak tinggal diam. Perdana Menteri Mark Carney mengumumkan langkah-langkah pembalasan "dollar-for-dollar" terhadap produk-produk AS yang dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September 2026. Produk yang menjadi sasaran meliputi baja, produk susu, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, pulp dan kertas, serta elektronik AS.

"Anda sedang berperang ketika Anda diserang. Kami diserang."

— Perdana Menteri Kanada Mark Carney, 23 Agustus 2026

Merespons pengumuman Trump pada 24 Agustus mengenai tarif baru untuk sektor otomotif dan baja, Carney menyatakan bahwa langkah tersebut sudah bisa diprediksi.

"Bukan kejutan bagi kami bahwa AS akan melakukan semacam pembalasan terhadap tanggapan kami terhadap tarif mereka yang tidak dapat dibenarkan, yang merupakan tambahan dari tarif tidak dapat dibenarkan lainnya."

— Perdana Menteri Kanada Mark Carney, 24 Agustus 2026

Taruhan Ekonomi yang Sangat Besar

Skala ketegangan ini sangat signifikan mengingat besarnya hubungan dagang kedua negara. AS dan Kanada melakukan perdagangan barang dan jasa senilai sekitar 880 miliar dolar AS pada tahun 2025. Kanada adalah mitra dagang terbesar kedua AS, sementara AS adalah mitra dagang terbesar Kanada.

Para analis memperingatkan bahwa tarif baru akan meningkatkan biaya bagi bisnis dan konsumen di kedua sisi perbatasan, berpotensi mendorong inflasi. AS sendiri masih sangat bergantung pada Kanada untuk sumber daya penting seperti pupuk, listrik, dan minyak mentah.

Pengacara perdagangan Barry Appleton menekankan bahwa beban tarif tidak sesederhana yang dibayangkan publik.

"Ketika orang mendengar 'tarif pada Kanada,' mereka harus memahami bahwa faktur pertama biasanya mendarat di ruang pamer Michigan, bukan di Ottawa."

— Barry Appleton, pengacara perdagangan, 24 Agustus 2026

Masa Depan USMCA di Ujung Tanduk

Sengketa ini juga memperkeruh masa depan USMCA/CUSMA. Pada 1 Juli 2026, Komisi Perdagangan Bebas USMCA melakukan tinjauan bersama enam tahun pertamanya, namun AS menolak untuk memperpanjang perjanjian selama 16 tahun ke depan, sehingga mengarah pada mekanisme tinjauan tahunan yang jauh lebih tidak pasti.

Sengketa ini merupakan kelanjutan dari serangkaian eskalasi yang telah berlangsung sejak Februari 2025, ketika Trump pertama kali memberlakukan tarif hampir universal atas impor Kanada. Kini, dengan tarif baru untuk sektor otomotif dan baja dijadwalkan awal 2027, serta pembalasan Ottawa pada September mendatang, para pengamat menilai kedua negara tengah meluncur menuju krisis hubungan dagang paling serius dalam sejarah modern mereka.