Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia, Setidaknya 329 Orang Tewas dan Lebih dari 314.700 Terdampak
BOGOTÁ, 22 Agustus 2026 — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (Mw) 7,4 hingga 7,5 mengguncang Kolombia bagian barat pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 07:34 pagi waktu setempat (12:34 GMT), menewaskan setidaknya 329 orang, melukai lebih dari 4.600 orang, dan menyebabkan 247 orang dinyatakan hilang. Lebih dari 314.700 orang terdampak di 15 dari 32 departemen Kolombia, menjadikannya bencana gempa paling mematikan di negara itu dalam satu dekade terakhir.
Pusat Gempa dan Kekuatan Guncangan
Menurut United States Geological Survey (USGS), pusat gempa berada di dekat San José del Palmar, di departemen Chocó, pada kedalaman sekitar 110,3 kilometer (69 mil). Survei Geologi Kolombia (CGS) mencatat kedalaman yang sedikit berbeda, yakni sekitar 96 kilometer. Kedalaman menengah ini dinilai menjadi faktor yang menyebabkan guncangan dirasakan secara luas hingga ke wilayah yang jauh dari episenter, termasuk di negara tetangga Ekuador dan Panama.
Gempa ini merupakan yang terkuat di Kolombia dalam satu dekade terakhir dan yang terbesar sejak gempa Tumaco pada tahun 1979. Lebih dari 100 gempa susulan tercatat pasca-kejadian utama, dengan yang terbesar berkekuatan mb 5,0.
Korban Jiwa dan Kerusakan yang Meluas
Jumlah korban terus meningkat dalam dua pekan pertama setelah bencana. Pada 10 Agustus, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengumumkan setidaknya 111 orang tewas. Angka ini meningkat menjadi sekitar 224 pada 12 Agustus, kemudian 288 orang pada 17 Agustus, 314 orang pada 20 Agustus, dan 321 orang pada 22 Agustus. Data terbaru Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana (UNGRD) menyebutkan korban tewas mencapai 329 orang.
Kerusakan fisik berskala masif. Antara 30.664 hingga 31.183 rumah dilaporkan hancur total, sementara 136.946 hingga 171.273 rumah lainnya mengalami kerusakan. Sebanyak 302 hingga 553 bangunan runtuh. Infrastruktur publik yang terdampak mencakup 3.470 sekolah, 4.971 pusat komunitas, 352 fasilitas kesehatan, 449 ruas jalan, 71 jembatan — terdiri dari 58 jembatan kendaraan dan 13 jembatan pejalan kaki — 105 sistem akuaduk, serta 5 hingga 10 bandara.
Kota-kota yang paling parah terdampak antara lain Cali, Pereira, Quibdó, Manizales, Armenia, dan Buenaventura. Kerugian ekonomi awal diperkirakan mencapai US$9,6 miliar, sebagaimana disampaikan Presiden de la Espriella pada 19 Agustus 2026.
Kesaksian dari Lapangan
"Seluruh rumah saya berguncang. Saya belum pernah mengalami gempa sekuat ini. Kami bersyukur kepada Tuhan kami masih hidup." — Seorang warga yang tidak disebutkan namanya
"Rumah itu hancur total." — Ismael Arias, seorang guru matematika berusia 66 tahun di Quibdó, yang rumahnya runtuh akibat gempa
"Ini adalah hari-hari yang sulit. Dukungan dari Kolombia dan luar negeri sangat penting." — Cristian Maturana, seorang dokter di rumah sakit umum Quibdó
Respons Pemerintah dan Keadaan Darurat Nasional
Pemerintah Kolombia mendeklarasikan keadaan darurat nasional dan segera meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan. Presiden de la Espriella menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi korban bencana.
"Kami tidak akan meninggalkan orang-orang sendirian. Mereka ada di hati kami dan kami akan melayani orang-orang dengan tekad penuh kami." — Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella
Krisis Berlapis di Wilayah yang Rentan
Wilayah Chocó, yang menjadi pusat gempa, merupakan salah satu daerah termiskin di Kolombia dengan infrastruktur yang sudah rapuh sebelum bencana terjadi. Layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah ini selama ini dinilai kurang memadai. Perwakilan Dana Kependudukan PBB (UNFPA) di Kolombia, Luis Mora, memperingatkan bahwa bencana ini telah memperparah kondisi yang sudah genting.
"Kami menghadapi krisis rangkap tiga. Ada krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh gempa bumi, sekarang bergabung dengan krisis keterbelakangan dan krisis yang disebabkan oleh konflik bersenjata di wilayah ini." — Luis Mora, perwakilan Dana Kependudukan PBB di Kolombia
Selain konflik bersenjata yang masih berlangsung di wilayah tersebut, pasokan air yang terkontaminasi, potensi tanah longsor akibat curah hujan musiman yang tinggi, serta 105 sistem akuaduk yang rusak turut memperparah risiko kesehatan bagi ratusan ribu orang yang mengungsi.
Latar Belakang Seismik
Kolombia terletak di zona seismik aktif akibat interaksi tiga lempeng tektonik: Lempeng Nazca, Lempeng Karibia, dan Lempeng Amerika Selatan. Lempeng Nazca menunjam ke arah timur di bawah Lempeng Amerika Selatan di sepanjang Palung Ekuador-Kolombia. Gempa 10 Agustus ini terjadi akibat patahan strike-slip pada kedalaman menengah di dalam lempeng Nazca yang menunjam, suatu mekanisme yang menyebabkan energi seismik tersebar ke area yang lebih luas dibandingkan gempa dangkal.