Bentrok Pemuda Kembali Pecah di Bitung, Aparat Gabungan Turun Tangan

Kelompok pemuda Pasar Tua dan Cantik Manis bentrok dua malam berturut-turut di Bitung Tengah, menggunakan senjata tajam dan petasan.

MW Media
Published Agustus 24, 2026 • 06.06 WITA
Bentrok Pemuda Kembali Pecah di Bitung, Aparat Gabungan Turun Tangan
Gambar Ilustrasi

Bentrok Antar Kelompok Pemuda Kembali Pecah di Bitung, Aparat Gabungan Turun Tangan

BITUNG, Sulawesi Utara — Bentrokan antar kelompok pemuda kembali pecah di Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Minggu, 23 Agustus 2026, sekitar pukul 20.30 WITA. Insiden ini merupakan yang kedua dalam dua malam berturut-turut, setelah bentrokan serupa pertama kali terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Dua kelompok pemuda dari kawasan Pasar Tua dan Cantik Manis dilaporkan terlibat aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan petasan. Situasi sempat memanas dan membuat warga di sekitar lokasi kejadian resah.

Aparat gabungan yang terdiri dari personel Polres Bitung, TNI Kodim 1310/Bitung, personel Kodaeral VIII, serta Satpol PP Kota Bitung bergerak cepat turun ke lokasi untuk membubarkan kedua kelompok dan mengendalikan situasi agar bentrokan tidak meluas serta mencegah terjadinya korban. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dalam pemantauan aparat.

Pola Bentrokan Berulang di Kota Bitung

Insiden terbaru ini menambah panjang catatan bentrokan antar kelompok di Kota Bitung yang menunjukkan adanya ketegangan laten. Kecamatan Maesa, khususnya di sekitar kawasan Pasar Tua dan Bitung Tengah, tercatat beberapa kali menjadi lokasi konflik serupa.

Pada 8 Januari 2025, bentrokan pecah antara kelompok pemuda Pasar Tua dan Parigi Tofor di depan Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, yang mengakibatkan dua pemuda diamankan aparat. Kapolsek Maesa saat itu, AKP Ferry Padama, membenarkan kejadian tersebut.

"Ia benar, tadi sekitar pukul 06.30 pagi, telah terjadi bentrokan tauran antar dua kelompok pemuda Pasar Tua dan Parigi Tofor. Kedua kelompok tersebut saling serang menggunakan senjata tajam, pisau, panah wayer, dan batu."

— Kapolsek Maesa AKP Ferry Padama, terkait bentrokan Januari 2025

Kemudian pada 13 Juli 2025, bentrokan terjadi di kawasan Pasar Winenet antara kelompok pemuda dari Tandurusa dan Winenet. Sebanyak 14 orang diamankan polisi dan lima orang dilaporkan mengalami luka-luka. Kasi Humas Polres Bitung Iptu Abdul Natip Anggai mengungkapkan rincian insiden tersebut.

"Polres Bitung berhasil mengamankan 14 orang terlibat bentrok antar kelompok di Pasar Winenet. Dari kejadian tersebut lima orang mengalami luka."

— Kasi Humas Polres Bitung Iptu Abdul Natip Anggai, terkait bentrokan Juli 2025

"Mereka diduga melakukan perkelahian di tempat biliar Royal Shoot Billiard menggunakan senjata tajam jenis pisau badik dan panah wayer terhadap kelompok lain."

— Kasi Humas Polres Bitung Iptu Abdul Natip Anggai, terkait bentrokan Juli 2025

Latar Belakang: Bentrokan Mematikan 2023

Bentrokan paling serius yang pernah tercatat di Kota Bitung terjadi pada 25 November 2023, di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa. Insiden itu melibatkan massa pro-Palestina dengan organisasi masyarakat adat, yakni Pasukan Manguni Makasiouw dan Makatana Minahasa, dan mengakibatkan satu korban tewas serta dua orang luka-luka.

Kapolres Bitung AKBP Tommy Bambang Souissa menjelaskan bahwa insiden 2023 itu bermula dari kegiatan HUT ke-12 sebuah organisasi masyarakat adat dan dipicu oleh kesalahpahaman saat massa pro-Palestina melintas di lokasi perayaan.

"Awal mulanya itu dari salah satu LSM yaitu masyarakat adat yang melaksanakan HUT yang ke-12 yang dilaksanakan di GOR Dua Saudara, itu dengan tema kedaulatan pangan dan kebangkitan ekonomi lokal. Mungkin dari video yang sudah dilihat (dari media sosial) adanya aksi dari LSM tertentu terkait dengan kemanusiaan, terkait dengan peristiwa di Gaza (Palestina) sehingga ada beberapa spontanitas (bentrokan)."

— Kapolres Bitung AKBP Tommy Bambang Souissa, terkait bentrokan November 2023

Pasca-bentrokan 2023, tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Bitung mengeluarkan pernyataan damai bersama. Ketua FKUB Bitung Pdt. Raymond Manopo dan tokoh muslim Habib Abdullah Bin Ali Binsmith membacakan berita acara kesepakatan yang menegaskan bahwa Kota Bitung dalam keadaan aman dan damai serta menyerukan penolakan terhadap berita hoaks dan provokasi.

"Menerangkan bahwa kami tokoh agama yang tergabung dalam FKUB, BKSAUA, Kota Bitung, menyatakan, satu, Kota Bitung dalam keadaan aman dan damai. Dua, menangkal berita hoaks dan berita-berita yang memprovokasi. Tiga, masyarakat adat Minahasa dan BSM (Barisan Solidaritas Muslim) bersatu padu dan menyatakan tidak konflik lagi serta mengedepankan kedamaian di atas segala-galanya."

— Ketua FKUB Bitung Pdt. Raymond Manopo dan tokoh muslim Habib Abdullah Bin Ali Binsmith, kesepakatan damai November 2023

Wali Kota Bitung Maurits Mantiri kala itu juga menyatakan bahwa situasi kota telah kembali aman dan kondusif serta kegiatan usaha termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah telah berlangsung normal.

Situasi Masih Dipantau

Menyikapi bentrokan terbaru pada Agustus 2026, aparat gabungan terus memantau lokasi kejadian di Kelurahan Bitung Tengah. Belum ada pernyataan resmi dari Polres Bitung terkait jumlah pelaku yang diamankan maupun korban dalam insiden dua malam terakhir ini hingga berita ini dipublikasikan.

Pola bentrokan yang berulang di kawasan yang sama mengindikasikan masih adanya ketegangan laten antar kelompok pemuda di wilayah Kecamatan Maesa, Kota Bitung, yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.